Full Truckload (FTL): Pengertian & Kelebihan – Kekurangannya

ilustrasi full truckload

Full Truckload (FTL): Pengertian, Bedanya dengan LTL dan Kapan Harus Digunakan? – Memilih metode pengiriman dalam dunia logistik dapat menjadi faktor kunci untuk efisiensi biaya, kecepatan, dan keamanan barang. Salah satu metode yang sering digunakan adalah Full Truckload (FTL). Metode ini sangat populer di kalangan perusahaan dengan volume pengiriman besar dan kebutuhan distribusi cepat. Namun, seperti metode logistik lainnya, FTL memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dengan cermat sebelum digunakan.

Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu FTL, bagaimana cara kerjanya, kelebihan dan kekurangannya, bedanya dengan Less Than Truckload (LTL), serta kapan metode ini sebaiknya digunakan.

Pengertian Full Truckload (FTL)

Full Truckload (FTL) adalah metode pengiriman barang di mana satu truk digunakan secara penuh untuk mengangkut barang dari satu pengirim (shipper) ke satu penerima (consignee). Artinya, seluruh kapasitas truk dikhususkan untuk satu pengiriman saja, tanpa berbagi ruang dengan pengiriman lain.

Karakteristik FTL meliputi:

1. Kapasitas truk digunakan sepenuhnya oleh satu pengirim.

2. Cocok untuk muatan berat, besar, atau dalam jumlah banyak.

3. Mengutamakan kecepatan dan keamanan pengiriman.

Dalam operasionalnya, FTL biasanya dipilih oleh perusahaan yang memiliki barang dalam jumlah besar atau memerlukan tingkat keamanan tinggi. Proses pengiriman FTL melibatkan:

  1. Pemilihan jenis truk logistik yang sesuai dengan kapasitas dan karakter barang (misalnya truk trailer, truk box, atau kontainer).
  2. Muat barang di lokasi pengirim.
  3. Pengiriman langsung menuju penerima tanpa berhenti untuk memuat barang lain.
  4. Bongkar barang di lokasi tujuan.

Dalam konteks digitalisasi logistik, penggunaan software logistik dan TMS (Transportation Management System) membantu perencanaan rute, pelacakan, dan optimasi biaya FTL, termasuk perhitungan biaya TMS untuk memaksimalkan efisiensi.

Baca Juga: Colt Diesel Double (CDD): Pengertian, Jenis, & Perbedaan Dengan CDE

Tujuan Penggunaan FTL

Penggunaan FTL memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

  1. Menghemat Waktu Pengiriman
    Rute langsung tanpa transit membuat barang tiba lebih cepat di tujuan.
  2. Menjaga Keamanan Barang
    Tidak adanya bongkar-muat di tengah perjalanan meminimalkan risiko kerusakan.
  3. Fleksibilitas Rute dan Jadwal
    Pengirim dapat menentukan sendiri jadwal keberangkatan dan rute pengiriman.
  4. Efisiensi untuk Muatan Besar
    Biaya lebih efisien jika barang yang dikirim memenuhi kapasitas truk.

Apa Perbedaan FTL dengan LTL dalam Pengiriman?

Selain FTL, ada juga metode LTL (Less Than Truckload), yang digunakan untuk pengiriman barang dalam jumlah kecil atau sedang. Berikut perbedaan keduanya:

  1. Kapasitas Truk: FTL (Full Truckload) menggunakan seluruh kapasitas truk untuk satu pengirim, sedangkan LTL (Less Than Truckload) membagi kapasitas truk untuk beberapa pengirim.
  2. Kecepatan: FTL lebih cepat karena langsung menuju tujuan, sementara LTL lebih lambat akibat adanya proses konsolidasi.
  3. Keamanan: FTL lebih aman dan minim risiko kerusakan, sedangkan LTL memiliki risiko kerusakan lebih tinggi.
  4. Biaya: FTL lebih mahal jika digunakan untuk muatan kecil, sedangkan LTL lebih hemat untuk volume barang yang sedikit.
  5. Fleksibilitas Rute: FTL menawarkan kebebasan rute yang lebih tinggi, sementara LTL terbatas mengikuti jalur konsolidasi yang sudah ditentukan.

Kelebihan & Kekurangan Full Truckload

Kelebihan FTL

  1. Pengiriman Lebih Cepat
    Karena truk hanya membawa barang dari satu pengirim ke satu penerima, prosesnya langsung tanpa pemberhentian di lokasi lain. Hal ini sangat penting untuk pengiriman yang membutuhkan waktu singkat.
  2. Keamanan Lebih Tinggi
    Risiko kerusakan atau kehilangan barang lebih rendah karena barang tidak tercampur dengan pengiriman lain. Cocok untuk barang bernilai tinggi atau sensitif.
  3. Kontrol Penuh atas Pengiriman
    Pengirim memiliki kontrol lebih terhadap jadwal keberangkatan, rute, dan penanganan barang. Ini memungkinkan penyesuaian sesuai kebutuhan.
  4. Cocok untuk Barang Besar atau Berat
    FTL dapat digunakan untuk mengangkut barang yang memenuhi kapasitas truk, seperti material konstruksi, mesin, atau produk manufaktur skala besar.
  5. Penggunaan Efisien jika Kapasitas Terpenuhi
    Jika barang memenuhi kapasitas truk, biaya per unit barang menjadi lebih kompetitif.

proses memasukan muatan barang ke truk

Kekurangan FTL

  1. Biaya Lebih Mahal jika Kapasitas Tidak Terpenuhi
    Karena menyewa satu truk penuh, biaya akan tetap tinggi meskipun muatan tidak penuh. Hal ini menjadi tantangan bagi perusahaan dengan volume pengiriman kecil.
  2. Kurang Fleksibel untuk Volume Kecil
    Tidak cocok untuk pengiriman barang sedikit karena pemborosan ruang dan biaya.
  3. Keterbatasan Jenis Kendaraan
    Pemilihan jenis truk logistik harus sesuai dengan barang yang dikirim. Jika barang membutuhkan spesifikasi khusus, ketersediaan armada bisa menjadi kendala.
  4. Memerlukan Ruang Penyimpanan Besar
    Lokasi pengirim dan penerima perlu memiliki fasilitas untuk memuat dan membongkar barang dalam jumlah besar sekaligus.

Kapan Sebaiknya Menggunakan FTL?

FTL lebih ideal digunakan ketika:

  • Barang memenuhi atau hampir memenuhi kapasitas truk.
  • Pengiriman harus dilakukan cepat dan tepat waktu.
  • Barang bernilai tinggi atau memerlukan penanganan khusus.
  • Rute pengiriman jarak jauh tanpa banyak pemberhentian.
  • Ingin meningkatkan efisiensi melalui optimasi rute dengan TMS dan strategi cara meningkatkan utilitas muatan truk.

Sebaliknya, jika volume barang kecil dan biaya menjadi pertimbangan utama, LTL bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.

Baca Juga: Jenis-Jenis Truk Logistik dan Kapasitas Muatannya

Kesimpulan

FTL adalah pilihan tepat untuk pengiriman barang dalam jumlah besar, bernilai tinggi, atau memerlukan kecepatan dan keamanan ekstra. Meskipun biayanya lebih tinggi dibanding LTL, manfaat dari segi kecepatan, keamanan, dan fleksibilitas membuat FTL menjadi solusi favorit banyak bisnis yang mengutamakan kualitas layanan.

Namun, tantangan yang sering muncul dalam penggunaan FTL adalah memastikan kapasitas truk terpakai secara optimal agar biaya yang dikeluarkan benar-benar sebanding dengan manfaatnya. Di sinilah Mobitech sebagai Transportation Management System (TMS) berperan penting. Dengan fitur load planning, Mobitech membantu meningkatkan utilitas muatan truk, mengatur penempatan muatan secara efisien, meminimalkan ruang kosong, dan mengoptimalkan kapasitas truk. Hasilnya, pengiriman FTL dapat dilakukan dengan lebih hemat, cepat, dan aman, sekaligus meningkatkan produktivitas armada secara keseluruhan.

Picture of Dimas Tri Wibowo

Dimas Tri Wibowo

Logistics Enthusiast

© 2025 Mobitech | Transport Software Company | All Rights Reserved